Abdi dalem,
tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Tapi, teman-teman
semua tau tidak apa itu abdi dalem? Nah,,, dalam tulisanku kali ini, akan
membahas tentang istilah abdi dalem.
Abdi dalem
makna yang sebenarnya dalam bahasa Jawa adalah “abdining budoyo”, sedangkan
dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Abdinya Budaya atau pengabdi budaya,
dapat diartikan juga bahwa abdi dalem adalah seseorang yang bertugas untuk
membantu menjaga dan melestarikan suatu budaya, yang khususnya budaya Jawa di
Masyarakat Keraton Ngayogyakarta. Abdi dalem sendri merupakan aparatur sipil
Keraton sebagai pelaksana operasional di setiap organisasi yang dibentuk
Sultan. Sebagai abdi dalem harus bisa menjadi contoh serta teladan bagi
masyarakat, abdi dalem harus mempunyai tumindak yang baik, dan paham akan
unggah-ungguh dan tata krama. Jika teman-teman pernah ke Keraton Ngayogyakarta
atau Keraton Kasunanan Surakarta kalian akan menemui para abdi dalem yang
sedang beraktivitas di lingkungan Keraton. Abdi dalem selalu melayani
masyarakat, dan Keluarga Keraton dengan sangat baik. Jika kalian perhatikan,
komunikasi diantara para abdi dalem sangat menarik, yaitu tentang
bahsa yang digunakan. Bahasa yang digunakan di dalam lingkungan Keraton
Ngayogyakarta adalah Bagongan, bahasa bagongan berbeda dengan bahsa Jawa pada
uumumnya, dengan bahasa bagongan komunikasi antara abdi dalem tidak mengenal
perbedaan derajat dan pangkat.
Pada dasarnya
semua orang bisa menjadi seorang abdi dalem, tapi taukah kalian bahwa menjadi
seorang abdi dalem tidaklah mudah, butuh melewati beberapa tahapan panjang agar
bisa dinobatkan dan mendapat gelar abdi dalem oleh pihak Keraton. Menjadi
seorang abdi dalem harus mempunyai ketulusan hati dan keikhlasan penuh dalam
pengabdiannya terhadap Keraton. Untuk menjadi seorang abdi dalem harus melewati
tahapan-tahapan panjang berikut ini:
1. Sowan Bekti
Sowan bekti adalah tahapan yang paling awal untuk menjadi seorang abdi
dalem. Dalam tahapan Sowan Bekti ini calon abdi dalem dilatih agar siap dan
memiliki keikhlasan hati yang penuh serta tulus dalam melayani dan mengabdikan
dirinya dalam melayani Sultan dan Keraton. Tahapan sowan bekti ini dilakukan
selama 4 Tahun.
2. Magang
Magangnya abdi dalem ini bukan seperti magang yang biasanya. Magang
sebagai tahapan selanjutnya setelah calon abdi dalem melakukan sowan bekti
selama 4 tahun. Calon abdi dalem yang sudah menyelesaikan sowan bekti akan mendapatkan
SK atau Surat Keputusan. Surat Keputusan inilah yang menandakan bahwa seseorang
yang menerimanya sudah diterima sebagai abdi dalem.
3. Sawek Jajar
Setelah melalui dua tahapan tersebut,
seorang abdi dalem memasuki tahapan yang ketiga. Abdi dalem kemudian akan
melalui prosesi upacara dan mendapatkan nama baru secara resmi dari Sultan. Dalam
tahapan Sawek Jajar ini seorang abdi dalem sudah mulai mendapatkan kekuncah
atau gaji sebesar Rp 5.000,- sebulan.
4. Bekel Enom
Tahapan bekel enom ini merupakan tahapan
dimana para abdi dalem sudah mendapat kepercayaan oleh Sultan dan pihak Keraton. Dan dalam
tahapan Bekel enom inilah para abdi dalem diberikan hak untuk mendapatkan
sebuah senjata yang berupa keris.
5. Bekel Sepuh
Tahap selanjutnya adalah Bekel Sepuh, dalam
tahapan ini abdi dalem mulai mendapatkan
kenaikan kekuncah atau naik gaji. Dalam tahapan ini abdi dalem akan mulai
menerima kekuncah sebesar Rp 15.000,- setiap bulannya.
6. Lurah
Banyak masyarakat yang
ingin menjadi abdi dalem, tahapan selanjutnya bagi abdi dalem yang tidak
mempunyai hubungan darah dengan keraton akan diberi gelar dengan sebutan Mas
Bekel, Mas Rono dan juga Mas Lurah.
7. Werdono
Werdono ini adalah pangkat yang diberikan pada abdi dalem, seperti sinden termasuk berpangkat Werdono.
8. Penewu
Penewu adalah sebutan bagi abdi dalem yang diberikan tugas khusus dari Sultan dan pihak Keraton.
Selain tahapan-tahapan di atas masih ada beberapa tahapan
dengan drajat yang lebih tinggi dalam urutan abdi dalem seperti, Riyo Bupati
Anom, Riyo Bupati Sepuh, Bupati Kliwon, Bupati Nayoko, dan yang paling tinggi
derajatnya adalah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).
7. Werdono
Werdono ini adalah pangkat yang diberikan pada abdi dalem, seperti sinden termasuk berpangkat Werdono.
8. Penewu
Penewu adalah sebutan bagi abdi dalem yang diberikan tugas khusus dari Sultan dan pihak Keraton.
Menjadi abdi dalem memang hanya mendapatkan gaji yang tidak
seberapa tapi sepelas itu alasan utama menjadi abdi dalem adalah untuk
mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan batin, sebagai wujud pengabdiannya terhadap Sultan dan Keraton dan ada juga yang
berdasarkan rasa terimakasih karena diperbolehkan tinggal di tanah milik
Sultan. Hal yang diperoleh dalam menjadi abdi dalem adalah untuk mendapatkan
berkah Dalem. Menurut para abdi dalem, selalu ada rejeki yang datang setelah
menjadi abdi dalem.
Keberadaan abdi dalem sangat berarti, tidak hanya
untuk mendukung keberlangsungan segala aktifitas di dalam keraton, tetapi juga
sebagai benteng perilaku pada jaman yang semakin berubah. Seiring dengan
perkembangan jaman, keraton juga memerlukan tenaga profesional, sekarang ini
sudah banyak abdi dalem yang memilki pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan
bahwa abdi dalem tidak selalu identik dengan orang-orang tua yang lanjut usia
dan berpendidikan rendah. Perlu diketahui bahwa abdi dalem adalah orang yang
memilki wawsan budaya, keahlian sekaligus dedikasi yang tinggi terhadap seni,
budaya, dan tradisi. Teman-teman ada yang beminat sebagai abdi dalem? Yuk share
pendapat kamu di kolom komentar.



